You are here

Penutupan Bandara Ngurah Rai Bisa Ganggu Pariwisata

BANDARA Internasional Ngurah Rai, Bali, direncanakan akan ditutup secara parsial saat kedatangan dan keberangkatan tamu negara untuk kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2013 pada awal Oktober. Kebijakan itu dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas pariwisata di Bali.

Menurut Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Bali, IB Ngurah Wijaya, di Denpasar, Bali, Selasa (30/7/2013), mengatakan, penutupan parsial Bandara Ngurah Rai akan memengaruhi kedatangan wisatawan ke Bali melalui bandara internasional tersebut. Karena itu, rencana penutupan sementara Bandara Ngurah Rai harus diinformasikan jauh-jauh hari agar wisatawan yang akan ke Bali dapat mengatur rencana kedatangannya.

Hal senada diungkapkan Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Bali, Ketut Ardana. Ia menilai, kebijakan itu mau tidak mau harus diterima karena menyangkut kepentingan negara. Penutupan sementara bandara tentu akan berimbas ke industri pariwisata Bali, antara lain, karena memengaruhi jumlah penerbangan komersial, baik domestik maupun internasional, ke Bali.

“Meski begitu, mereka mengakui, kesuksesan penyelenggaraan KTT APEC 2013 di Bali akan mengangkat citra sekaligus mempromosikan Indonesia, khususnya Bali. Ini momentum baik bagi Bali,” katanya.

Bandara Ngurah Rai akan ditutup secara parsial pada jam tertentu tanggal 5 dan 6 Oktober serta 8 dan 9 Oktober. Dalam surat Dirjen Perhubungan Udara tanggal 21 Mei 2013 kepada General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Ngurah Rai, disebutkan bahwa penutupan itu untuk mendukung pelaksanaan APEC CEO Summit 2013.

”Rencana tersebut sudah dikoordinasikan dengan maskapai penerbangan,” kata Sherly Yunita dari Bagian Humas PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai. Pada saat normal, Bandara Ngurah Rai melayani sekitar 329 penerbangan dalam sehari.  [kompas.com/photo istimewa]

 

Add new comment