You are here

Agar Tidak Hilang, Pasar Apung Muara Kuin Harus Dikemas

PASAR terapung atau pasar apung di Muara Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), perlu dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih menarik lagi. Jika sudah menarik maka wisatawan yang datang akan lebih banyak karena pasar tersebut sudah dikenal, baik di dalam maupun luar negeri.

Namun bagaimana mengemasnya, nah, silahkan pemerintah daerah sendiri mencari masukan-masukan dari beberapa pihak terkait seperti masyarakat, dinas pariwisata, pemda, dan lainnya. Selain itu, ada yang lebih penting yaitu pasar ini harus dijaga. Jangan sampai hilang begitu saja dan jika sudah dikemas maka upaya untuk memasarkan ikon Kalsel itu ke pasar yang lebih luas semakin mudah.

Pemerintah pusat akan memfasilitasi dan memberikan dukungan dan perlu diadakan festival atau event-event yang  tidak saja bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisata tetapi juga menggali budaya daerah. Kondisi ini diharapkan nantinya bisa mengangkat pariwisata dan ekonomi Kalimantan Selatan.

Saat kini kondisi pasar apung Muara Kuin sangat memprihatinkan, selain tidak ada inovasi, keberadaannya juga terdesak oleh modernitas. Bahkan masyarakat Kalsel sendiri lebih memilih belanja ke pasar modern ketimbang pasar apung.

Ada saran agar pemerintah daerah setempat minta masukan dari masyarakat dan kalau perlu disayembarakan bagaimana melestarikannya (pasar apung). Karena tidak menutup kemungkinan pasar apung akan terkikis begitu saja.

Menurunnya aktivitas pasar apung Muara Kuin dibenarkakan oleh salah satu pedagang yang sudah 25 tahun beraktivitas di pasar apung. Warga Kampung Alalak Berangas ini biasa membeli sayuran dan buah di pasar apung untuk kemudian dijual lagi di darat.

Dulu yang jualan disini banyak, ada sekitar 200 orang lebih, namun sekarang tidak sampai 100 pedagang, yang menjadi penyebab menurunnya aktivitas, dikarenakan jumlah kendaraan bermotor di darat kian banyak dan juga pasar-pasar di darat juga semakin banyak, kondisi ini membuat keberadaan pasar apung Muara Kuin semakin terjepit. [photo traveltext]

Add new comment