You are here

Kemilau Bisnis Batu Kalimantan

KALAU kita lihat Yogjakarta punya Malioboro, Bali punya Pasar Seni Sukowati, Balikpapan pun tak ketingalan punya Pasar Inpres Kebun Sayur, walaupun namanya Kebun Sayur, jangan harap Anda menemukan sayur-mayur disini karena pasar ini justru menjadi pusat penjualan batu permata dan kerajinan khas Kalimantan.

Di pasar yang terdiri dari sedikitnya 400 gerai yang menjual perhiasan dan kain dengan motif tradisional Kalimantan salah satunya Toko Upik milik Hj. Upik yang menjual kerajinan batu permata jenis emerald, cubic, zirconia amethyst, safire, ruby, topaz, chisoberyl, cat eye, torquise, onix, aquamarine, garnet, moonstone, pearl, assesoris kristal dan swarouski khas Balikpapan.

Usaha yang ia geluti lebih dari 20 tahunan, hingga sekarang Hj Upik sudah mempunyai 3 toko dan kesemuanya itu berada di dalam pasar ini. Dalam usahanya itu ia pun dibantu oleh anak-anak Di tokonya terdapat gelang, kalung dan cincin dengan motif-motif khas Kalimantan.

Menurut Tommy, salah satu anak Hj. Upik, untuk kedepannya ia merasa yakin tentang prospek penjualan kerajinan batu permata akan tetap cerah walaupun saat kini sedang dilanda resesi ekonomi global. Bisnis kerajinan batu permata tidak terpengaruh dan tidak kena imbas resesi ekonomi global. Maka tak heran omzet nya bisa mencapai ratusan juta rupiah dalam waktu 5 hari. "Keuntungan paling sedikit Rp15 jutaan setiap bulan per gerai," ujarnya sumingrah.

Walaupun sekarang banyak gerai-gerai lain banyak menggunakan batu impor dari berbagai negara seperti Afrika, Srilanka, Birma dan sebagainya, justru ia tetap menggunakan batu-batuan khas Kalimantan untuk produknya yang ia jual, seperti batu-batu asal Martapura.

Uniknya, hingga saat ini Hj. Upik belum kepikiran untuk membuka cabang di luar Pasar Inpres Kebun Sayur, Balikpapan. Malahan tahun depan ia berencana menambah satu toko lagi di lokasi yang sama. Rupanya memang begitulah cara berbisnis kerajinan batu di Balikpapan. Mereka cenderung melakukan ekspansi dengan membuka toko di lokasi yang sama. [photo traveltext]

 

Add new comment