You are here

Desa Wisata, Rumah Tradisional dengan Sentuhan Modern

DESA wisata melalui PNPM Mandiri oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berbasis komunitas. Setiap desa memiliki fokus pengembangan yang berbeda-beda.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu belum lama ini mengatakan misalnya Lombok dan Bali, desa wisatanya berfokus pada mengembalikan desa tersebut sebagai desa tradisional. Tapi dibuat lebih nyaman supaya wisatawan bisa ke sana.

“Wisatawan yang datang dapat melihat pembuatan kerajinan khas desa tersebut dan dapat membelinya langsung. Ke depan, lanjutnya, diharapkan wisatawan dapat tinggal di desa wisata tersebut yaitu dengan menginap di homestay yang dikelola oleh masyarakat setempat,” ujarnya.

Dikatakan, seperti di desa wisata di sekitar Candi Borobudur dan Yogyakarta, tamu-tamu bisa tinggal (menginap) di situ. Yang menginap tidak hanya wisatawan asing, tapi banyak juga wisatawan dalam negeri. Diharapkan dengan kunjungan wisatawan ke desa-desa wisata agar dapat lebih memahami tradisi dan budaya di setiap desa tersebut, selain juga agar masyarakat setempat lebih sejahtera.

“Desa wisata,  adalah usaha mengembangkan dan menjaga tradisi desa setempat. “Misalnya rumah di desa itu, tidak yang beton dan tehel seperti rumah modern. Tapi tetap pakai rumah tradisional. Dari dulu mereka sudah pakai rumah tradisional itu dan harus dipertahankan,” kata Mari.

Hanya saja, tambahnya, walaupun masih kental dari sisi berkehidupan secara tradisional, masyarakat setempat tetap harus mendapatkan sisi modernitas, yaitu misalnya mendapatkan pasokan listrik dan air.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kemenparekraf, Bakri menyebutkan ke depan akan ada rencana berupa program bersama pengembangan desa wisata antar negara ASEAN terutama antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina. [photo traveltext]

Add new comment