You are here

Konflik di Kabupaten Bima Bisa Pengaruhi Pariwisata NTB

KONFLIK di Kabupaten Bima bisa mempengaruhi industri pariwisata di daerah ini yang sedang mengalami pertumbuhan positif. Konflik pertambangan di Kabupaten Bima yang terjadi pada akhir Desember 2011 lalu, menjadi kekhawatiran para pelaku pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) karena bisa berdampak terhadap tingkat kunjungan wisatawan baik dalam maupun luar negeri.

Menurut Dewan Penasihat Himpunan Pramuwisata Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, H Lalu Fatwir Uzali seperti yang dikutip dari antaranews.com menilai  sektor pariwisata rentan dengan persoalan keamanan daerah. Namun, sejauh ini konflik di Kabupaten Bima yang memicu aksi pembakaran kantor bupati serta gedung KPU Bima belum berdampak serius terhadap angka kunjungan wisatawan.

“Para pelaku pariwisata di NTB berharap konflik tersebut dijadikan salah satu dinamika demokrasi yang harus diselesaikan secara bersama-sama oleh semua elemen. Meski belum berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan pariwisata,” ujarnya.

Dikatakan, saya mengajak para pelaku pariwisata untuk memperkuat komitmen memajukan dunia pariwisata guna mewujudkan angka satu juta wisatawan melalui program Visit Lombok-Sumbawa 2012. Komitmen bersama itu dapat diimplementasikan dalam bentuk pelayanan dan informasi wisata yang maksimal.

“Para wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri cenderung memilih negara tujuan wisata yang tingkat keamanannya cukup bagus. Oleh sebab itu, saya mengimbau seluruh komponen masyakarat untuk menyelesasikan berbagai persoalan secara damai tanpa ada tindakan anarki,” katanya.

Ditambahkannya, berbagai tindakan anarki dalam menyampaikan aspirasi berdampak luas terhadap kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat. Kalau dunia pariwisata NTB hancur karena konflik maka yang akan kena dampak buruknya adalah rakyat yang menggantungkan hidup pada sektor itu. [photo traveltext]

 

Add new comment