You are here

Pesat, Pertumbuhan Hotel di Labuan Bajo, Pulau Flores, NTT

SEJUMLAH pengusaha hotel, terutama di wilayah kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini resah karena pertumbuhan hotel di wilayah tersebut terlalu pesat. Jika tidak dikendalikan, pertumbuhan hotel itu akan mencapai titik jenuh. Hotel yang sudah lama berdiri pun dapat terancam bangkrut.

Pesatnya pertumbuhan hotel itu ditunjang dengan kemudahan izin pendirian hotel baru yang diberikan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat kepada investor. Apalagi pemerintah daerah ini di bawah kepemimpinan Bupati Agustinus CH Dulla memang memprioritaskan pembangunan di sektor pariwisata.

Sebagai gambaran, dalam tiga tahun lalu jumlah hotel dan losmen di Manggarai Barat yang sebelumnya hanya berkiar 20 hotel, kini telah menjadi 37 hotel, termasuk 2 hotel bintang 4, yakni Hotel Bintang Flores dan The Jayakarta Suites di kawasan Jalan Pantai Pede. Bahkan, hampir rampung pembangunan satu hotel bintang 4, yaitu Hotel Prima, termasuk resor mewah milik konglomerat Sofyan Wanandi.

Menurut Kepala Personalia Hotel Bintang Flores Ambrosius Ambo, seperti yang dikutip daro kompas.com mengatakan, persaingan ketat membuat okupansi di hotelnya tak pernah lebih dari 30 persen. Hotel pun bisa merugi karena biaya operasional tetap tinggi.

"Tamu hanya menginap rata-rata dua malam sebab datang hanya untuk melihat komodo lalu pulang," ujarnya.

Sementara Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Manggarai Barat Beny Nanjong menilai jumlah hotel belum perlu dibatasi. Yang dibutuhkan yakni pengelola hotel harus lebih giat meningkatkan mutu pelayanan untuk menarik sebanyak-banyaknya tamu menginap.

Add new comment