Rencana Aksi Pengembangan Wisata Kota Tua Ditetapkan

PEMERINTAH menyiapkan strategi dan rencana aksi baru untuk mengoptimalkan pengembangan wilayah kota tua di Jakarta menjadi kawasan wisata budaya. Ini terobosan tersendiri di tengah sesak pembangunan fisik Ibukota yang tidak menyisakan apapun berlatar konservasi kesejarahan dan budaya.
Menurut Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar, di Jakarta, mengatakan pemerintah mengundang tenaga ahli dari Organisasi Kepariwisataan Dunia atau United Nations World Tourism Organization (UNWTO) untuk memberikan masukan dalam penyusunan rencana tersebut.
"Pemerintah pusat melibatkan diri karena ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah DKI Jakarta saja, tapi butuh keteribatan pusat dan komunitas, karena ini masalah kompleks. Pemerintah pusat akan mengoordinasi seluruh pemangku kepentingan terkait untuk menyiapkan rencana strategis pengembangan kota tua Jakarta dengan mempertimbangkan masukan dari tenaga ahli UNWTO,” ujarnya.
Dikatakan, pemerintah memperbaiki strategi pengembangan kota tua Jakarta sebagai kawasan wisata supaya kawasan bersejarah yang luasnya total 846 hektare tersebut bisa lestari dan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Pemerintah akan menyelesaikan penyusunan rencana aksi tersebut dalam tahun ini. Sebagai gambaran, kota Paris, Berlin, London, dan banyak sekali kota besar negara maju justru melestarikan warisan sejarah dan budayanya,” katanya.
Selain bangunan-bangunan bersejarah dan warisan budaya itu, lingkungan sekitarnya juga disiapkan dan dirawat sedemikian rupa. Contoh paling klasik adalah wisata gondola di kanal-kanal Venesia, Italia, dan Amsterdam di Belanda.
Indonesia secara umum masih jauh dari konsep seperti itu, bangunan kuno dan bersejarah banyak dimusnahkan, diganti mal-mal dan perkantoran atas nama keuntungan finansial pemilik lahan atau pemerintah.
Dalam kerangka pragmatisme bisnis, langkah konsisten dan terencana itu justru menghasilkan banyak uang bagi kota, masyarakat, dan negara masing-masing. Puluhan juta wisatawan mengarus sepanjang tahun ke kompleks Gereja Santo Petrus di Vatikan, sebagai misal.
"Kami tidak berpikir membuat rencana induk skala besar, tapi langkah demi langkah yang bisa dilakukan. Paling tidak bulan Juni mendatang sudah bisa mulai jalan," ungkapnya.
Sementara Direktur Kerja Sama Teknis UNWTO Harsh Varma mengatakan pihaknya sudah melakukan pengamatan lapangan dan akan membantu menyiapkan rancangan strategi pengembangan kota tua Jakarta yang praktis dan mudah diterapkan.
"Kami sudah melihat lokasi, dan akan membantu merencanakan apa yang bisa dilakukan, bagaimana melakukannya, siapa yang harus melakukan, dan dalam kerangka waktu yang seperti apa. Itu akan kami sampaikan dalam pertemuan konsultasi kedua empat sampai enam minggu mendatang," jelasnya.
Ditambahkannya, UNWTO akan menyiapkan rancangan rencana aksi pengembangan kota tua Jakarta untuk jangka pendek, menengah dan panjang. [photo istimewa]





Add new comment