World Autism Day, ARTOTEL Gelar The Gifted Ones Art Exhibition

HARI Kepedulian terhadap Autisme Sedunia (World Autism Awareness Day) yang jatuh pada 2 April lalu, dirayakan dengan tujuan menggalangkan kepedulian sosial terhadap teman-teman dengan berkebutuhan khusus.

Menurut Ratu Triamarshida, Asst. Marcom Manager hotel dalam press conference pembukaan pameran (Kamis,5/4) mengatakan ARTOTEL Thamrin, Jakarta melalui naungan ARTOTEL Project Series (APS) bersama dengan London School Beyond Academy (LSBA) dan Yayasan Daya Pelita Kasih menyelenggarakan The Gifted Ones Art Exhibition yang berlokasi di ARTSPACE, M Level ARTOTEL Thamrin, Jakarta.

“Rangkaian kegiatan sosial tersebut diisi dengan pameran seni hasil karya anak didik LSBA dan Yayasan Daya Pelita Kasih dari mulai workshop membuat karya hingga menjual karya tersebut dalam silent auction sebagai bentuk gerakan untuk meningkatkan kepedulian kepada anak-anak berkebutuhan khusus (special needs). Seluruh karya seni dalam pameran ini akan dijual untuk umum mulai dari 5 Maret hingga 17 Mei 2018. Para pengunjung dapat melakukan lelang pembelian untuk karya yang diminati secara rahasia yang ditulis pada suatu kertas dan dimasukan ke dalam satu box dan pada akhir acara akan diumumkan pemenang dari lelang tersebut,” ujarnya.

Dikatakan, pameran seni bertema sosial ini memiliki antusias seni yang tinggi dari LSBA dan Yayasan Daya Pelita Kasih, mengajak anak-anak dengan autisma berumur 15 tahun hingga lebih dari 20 tahun, sebanyak 11 anak dengan autisma untuk memamerkan karya-karya lukisannya.

Sementara Safrie Effendi, Art Manager ARTOTEL Indonesia mengatakan karya yang ditampilkan adalah hasil imajinasi dari setiap anak yang dituangkan ke dalam kanvas. Mengusung aliran seni lukis ekspresionisme, dan abstrak memberikan kebebasan bentuk dan warna yang menggambarkan emosi dari ekspresi masing-masing anak. Konsep seni abstrak yang didominasi oleh pewarna primer dan kontras.

“Salah satu contoh, saya sering memberikan tutorial kepada anak-anak di Sekolah Daya Pelita Kasih yang membuat saya kagum terhadap anak-anak ini walaupun ada sebagian anak-anak berkebutuhan khusus ini non verbal, namun sepertinya mereka dapat berkomunikasi antar mereka maupun lewat lukisannya masing-masing dan saling terkait. Mereka melukis beyond our thinking, mereka memiliki imajinasi visual yang luar biasa dibanding anak-anak pada umumnya,” kata Safrie.

Ditambahkannya, beberapa karya dari anak-anak didik Yayasan Daya Pelita Kasih antara lain adalah Bima Ariasena Adisoma, Diego Luister Berel, Indhy Mutiarahmah, Mahadana Trayusa, Daya Olivia Korompis, Fero Adhi Mada Sardjono, Jane Gabriella. Dan beberapa anak didik dari LSBA adalah Fiecenzo Joel, Prilia Prapthining Dwi dan Raynaldy Halim.

“Seluruh hasil penjualan karya akan diberikan kepada Yayasan Daya Pelita Kasih Jakarta dan  London School Beyond Academy, kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian kepada anak-anak special needs dan mengarahkan potensi yang dimiliki oleh anak-anak tersebut untuk menjadi berguna dan bisa mandiri kelak,” kata Safrie. [traveltextonline.com]