Menjajal Tempe Burger, Kenapa Tidak?

NAH, jika mendengar kata burger, apa yang ada dalam pikiran Anda? Tentu saja roti lapis bulat yang terdiri dari sayur-sayuran dan sepotong daging giling, plus dibumbui mayonaise dan saus sambal. Tapi tunggu dulu, itu adalah burger ala negeri Paman Sam. Bagaimana jadinya kalau burger dibuat dengan citarasa Indonesia?
Jadinya adalah burger tempe dan tempe yang merupakan makanan khas Indonesia itu diolah sedemikian rupa menjadi pengganti daging giling dalam burger.
Menurut Vira Swastika (27) penggagas burger tempe seperti yang dikutip dari kompas.com mengatakan, awalnya ide itu bermula dari coba-coba. Bersama kakaknya, Sri Bagus (28), Vira mencoba membuat resep baru sebagai alternatif beef burger.
“Seringkali burger dengan resep Amerika rasanya kok kurang pas dengan lidah kita. Akhirnya kami coba menggantinya dengan cita rasa yang cocok dengan orang Indonesia. Resep burger yang ditawarkan pun menggunakan tempe yang ditumis bersama bumbu dan rempah sebagai bahan utamanya,” ujarnya.
Dikatakan, sebelumnya, kami pernah mencoba dengan dikukus, namun ternyata kandungan airnya sangat banyak, tempe jadi mudah basi. Kalau ditumis, selain lebih enak dan harum, tempe juga bisa tahan sampai seminggu di dalam freezer.
“Setelah ditumis dengan bumbu-bumbu, tempe kemudian ditumbuk dan dibentuk bulat pipih seperti daging giling burger. Tempe disimpan di dalam freezer agar tahan lebih lama. Selain tempe dan bumbu tumis khas Indonesia, burger tempe juga tidak dibumbui dengan mayonaise seperti burger pada umumnya,” katanya.
Ditambahkannya, kami menggunakan olahan santan sebagai pengganti mayonaise. Karena kalau menggunakan mayonaise biasa, rasanya kurang ‘nyambung’ dengan tempenya. Inilah yang menbuat burger tempe ini istimewa. Cita rasa khas Indonesia yang digunakan dalam makanan asli Amrik ini ternyata mendapat respon positif. Ternyata cocok dengan lidah orang Indonesia,.
“Burger tempe ini baru dipromosikan sejak pertengahan Januari lalu. Rencananya akan dipatenkan terlebih dahulu dalam waktu dekat, baru akan dijual dalam bentuk franchise. Dalam dua minggu ini sebetulnya masih dalam tahap uji coba, sehingga kami baru ikut saat car free day di Jalan Buah Batu saja setiap Minggu. Namun alhamdulillah responnya sangat bagus. Kami seringkali kehabisan hanya dalam waktu dua jam,” ujar Vira bangga.
Dijelaskannya, ke depannya Vira berencana akan terus memperkenalkan burger tempe, baik melalui berbagai pameran maupun lewat media online seperti twitter dan facebook. Kami masih terus memperhatikan testimoni dari para konsumen, sehingga kami bisa tau apa-apa saja kekurangan produk ini. [photo istimewa]




Add new comment